Sniper – Perang Dunia II

SNIPER – Perang Dunia II

Pasca PD I, peran sniper di militer Inggris makin meredup karena resesi yang sedang melanda dan berakibat pada berkurangnya personel sniper di setiap batalion. PD I yang berakhir dengan perjanjian damai itu pun berimbas pada pemusnahan ribuan senjata sniper sehingga tradisi pelatihan sniper di kalangan militer memudar. Tapi memudarnya peran sniper di militer tidaklah berlaku untuk Rusia yang sedang dilanda revolusi untuk melancarkan Kampanye Komunisme mereka. Rusia, yang mengidamkan memiliki personel handal yang profesional terus mengembangkan persenjataan sniper mereka seperti Simonov AVS36 dan Tokarev SVT38 yang menggunakan peluru kaliber 7.62 x 54mm yang sangat akurat pada jarak tembak 400 meter. Demikian intensifnya pelatihan militer Rusia pada calon snipernya sehingga pada tahun 1939 Rusia sudah mencetak sekitar 60.000 personel penembak jitu handal.

Ketika pada bulan November 1939 Rusia melancarkan serangan militer mereka ke Finlandia, meletuslah perang musim dingin (Winter War) yang berlangsung hingga Maret 1940 itu pun menjadi ajang duel sniper diantara kedua belah pihak yang bersitegang. Para sniper Rusia mendapatkan ujian yang sesungguhnya untuk menghadapi para sniper Finlandia yang terbiasa hidup di musim dingin dengan suhu yang sangat ekstrem, dan para prajurit Finlandia juga sering berburu bebek, itu pun cukup untuk membuat sniper Finlandia diperhitungkan didalam pertarungan sniper. Sniper Finlandia yang bersenjata campuran seperti senapan Arisaka Jepang, Mosin Nagan Rusia, dan Warner and Swasey AS tersebut menerapkan taktik tempur yang sangat berani dengan cara maju menyusup ke front Rusia.

 

Foto; Sniper Rusia

.

Taktik tempur tim sniper Finlandia sebenarnya sederhanan namun efektif. Caranya satu tim yang terdiri dari sniper dan observer (spotter) bergerak ke garis depan lalu menyiapkan lubang tempat persembunyian. Di saat yang tepat sniper Finlandia dan observernya menyusup ke front depan untuk menumpaskan dan membunuh personel operator mortir, regu artileri, dan pos-pos komando. Berkat penugasan medan yang sangat baik para sniper Finlandia berhasil mengguncang kekuatan tempur Rusia. Sebaliknya, para sniper Rusia yang kurang mendapatkan latihan dalam pertempuran musim dingin, kesulitan melancarkan serangan balasan (counter-sniper) melawan para sniper Finlandia. Salah satu sniper Finlandia yang dengan sukses membunuh prajurit Rusia lebih dari 500 orang adalah Simo Hayha. Kendati pada akhirnya Rusia berhasil memenangkan perang tersebut, kerugian personel yang dialami sangat besar. Dari satu juta prajurit Rusia yang bertempur di Finlandia, hanya sebagian saja yang masih bisa pulang dengan nama. Keandalan sniper Finlandia pun menjadi pelajaran tersendiri bagi militer Rusia yang kemudian mengubah teknik pelatihan mereka terhadap para calon-calon sniper.

 

Simo Hayla – Sniper asal Finlandia yg sukses membunuh lebih dari 500 prajurit Rusia

.

Pelatihan sniper Rusia yang dilakukan secara intensif bermanfaat besar ketika pasukan Nazi Jerman menyerbu di tahun 1941. Para sniper Nazi yang menyerbu itu merupakan sniper terbaik pilihan Hitler. Mereka berasal dari anggota partai Nazi dan merupakan bekas penjahat kelas kakap. Sniper Nazi yang dikenal sebagai scharfschutzen– atau yang dikenal sebagai “setengah manusia, setengah iblis”, dilatih secara khusus dan terbiasa berlatih menembak menggunakan sasaran manusia hidup termasuk para wanita dan anak-anak. Berkat pelatihan yang kejam dan tak berprikemanusiaan itu, sniper Nazi mampu membunuh korbannya tanpa merasa bersalah. Untuk menghadapi para sniper Nazi Jerman yang kejam dan terdiri dari para psikopat berdarah dingin, para sniper Rusia harus lebih waspada dan menyiapkan suatu taktik khusus untuk melumpuhkan para sniper tersebut.

Salah satu strategi yang disiapkan para sniper Rusia adalah dengan bersembunyi di rongsokan Tank T-34 dengan mayat didalamnya. Dari tempat persembunyian yang menyeramkan itu, para sniper Rusia mengincar awak Tank Jerman yang sedang mengisi bahan bakar atau amunisi. Kenekatan sniper Rusia yang bersembunyi didalam rongsokan Tank yang didalamnya berisi mayat-mayat yang berbau busuk itu bukanlah tanpa alasan, dan hal tersebut sama sekali tidak diperkirakan oleh pasukan patroli Nazi, sehingga tempat persembunyian para penembak jitu Rusia tak dapat ditemukan. Dan mereka berhasil melancarkan tembakan-tembakan jarak jauh mereka tanpa terdeteksi musuh.

.

.

Disadur dari: Majalah Angkasa Edisi Koleksi- The Great Stories of Sniper. Edisi koleksi No. 78 Tahun 2012 (Februari 2012).

Sniper – Perang Dunia I

SNIPER – Perang Dunia I

Ketika pada bulan Agustus 1914 pecah PD I, pasukan Jerman dan Inggris yang bertempur di daratan Eropa, khususnya di Belgia dan Perancis, terlibat dalam pertempuran parit yang sengit dan melelahkan. Kedua pasukan yang sibuk bertempur mengerahkan semua taktik yang dimiliki. Namun pasukan Jerman yang lebih unggul dalam strategi tempur, terutama dengan personel snipernya, menjadi pencabut nyawa yang menakutkan bagi pasukan Inggris. Setiap pasukan Inggris yang berusaha memunculkan wajahnya dari parit perlindungan segera terjengkang tewas akibat ditembus peluru sniper Jerman yang tepat menghantam mulut atau kepala dan kemudian menembus bagian belakang kepala. Tembakan sniper ke arah mulut lalu menjebol tengkorak kepala merupakan cara yang paling disukai oleh para sniper Jerman semasa PD I, alhasil, pasukan di pihak Inggris pun banyak yang berjatuhan akibat peran sniper Jerman.

 

Sniper Jerman sedang membidik targetnya – PD I

.

Setiap harinya, satu batalion pasukan Inggris kehilangan 12-18 personel akibat tembakan sniper jarak jauh Jerman. Keunggulan sniper Jerman itu tak hanya membuat pasukan reguler Inggris ketakutan, dan melemahkan moral setiap prajurit, para sniper Inggris yang ditugaskan untuk melumpuhkan sniper Jerman pun dibuat kebingungan. Untuk melindungi diri dari bidikan sniper Jerman, sniper Inggris yang bersembunyi di sebuah pos dan dilindungi dua pelat baja pada lubang pengintip, ternyata masih dibuat tak berdaya. Lubang kecil pengintip yang dimanfaatkan sniper Inggris itu masih dapat dibidik sniper Jerman, dengan memanfaatkan lubang untuk lewatnya peluru mengenai sasaran. Akibat tembakan akurat tersebut, personel yang sedang melakukan observasi pun tewas terjangkang akibat peluru yang seketika menghantam kepala para prajurit.

Kehebatan sniper Jerman yang semasa PD I mampu menumbangkan banyak prajurit Inggris bukan hanya berkat latihan keras tapi juga didukung kultur masyarakat Jerman yang sejak kecil memang gemar berburu. Secara kebetulan hutan yang membentang di sepanjang wilayah jerman dan Austria bukan hutan lebat sehingga memudahkan warga Jerman untuk pergi berburu.

Sejak kecil anak laki-laki Jerman sudah terbiasa menggunakan senapan dan memiliki kemampuan menembak tepat sasaran yang sebelumnya diasah melalui klub-klub menembak. Sementara itu untuk membuktikan kemahirannya, kelompok penembak yang terdiri dari sejumlah remaja pergi berburu dan saling berlomba untuk menjadi penembak tepat sasaran terbaik. Selain mengincar target buruan, para pemburu Jerman juga belajar mengobservasi medan, mengendap-endap, dan melakukan tembakan tepat sasaran.

Kegiatan berburu merupakan kegiatan yang sangat digemari remaja Jerman pada tahun 1914, dan ketika mereka bergabung dengan militer, hampir semua prajurit Jerman memiliki kemampuan menembak jarak jauh. Kemampuan menembak tersebut berawal dari kegiatan berburu dan secara intensif kemampuan tersebut diasah kembali saat mereka bergabung dengan militer. Menjadikan mereka menjadi prajurit handal yang berkualifikasi “Sniper”.

Kebiasaan pemuda Jerman berburu di hutan sehingga secara alami mampu mengembleng mereka menjadi penembak jitu handal tentunya jauh beda dibandingkan dengan kebiasaan di Inggris yang lebih manja. Secara geografis Inggris memiliki hutan-hutan yang lebat dan orang-orang yang pergi berburu hanyalah dari kalangan bangsawan, bukan masyarakat biasa. Kalangan bangsawan yang pergi berburu biasanya untuk menembak kelinci atau rusa, dan tujuannya bukan untuk mengasah kemampuan menembak, melainkan sekedar memenuhi hasrat dan gengsi mereka sebagai seorang bangsawan yang terhormat. Ketika berburu, senapan mereka ada yang membawakan dan binatang yang tertembak pun diambil dan diangkut oleh caddy yang selalu setia menemani. Akibat kegiatan berburu yang hanya dilakukan oleh para bangsawan itu, maka bisa dimaklumi jika para pemuda Inggris yang kemudian masuk militer kurang pengalaman dalam menggunakan senjata api dan kurang bisa diandalkan dalam menembak jarak jauh. Dalam hal ini Inggris harus belajar banyak dari Jerman yang mengajarkan pemuda-pemudanya menjadi para penembak jitu yang terlatih secara alamiah, yakni kemampuan menembak yang terlahir dari kebiasaan berburu mereka.

.

.

Disadur dari: Majalah Angkasa Edisi Koleksi- The Great Stories of Sniper. Edisi koleksi No. 78 Tahun 2012 (Februari 2012).

US Green Berets

US Green Beret

Prajurit Green Beret, atau dikenal dengan prajurit “Baret hijau”, merupakan unit tempur yang siap untuk segala jenis peperangan inkonvensional dan misi-misi rahasia. Dikenal sebagai United States Army Special Operations Command (USASOC). Awal mulai unit ini adalah pada oktober tahun 1961. Pada tahun-tahun awal Prajurit baret hijau, para komando AD AS mengetahui dan mengendus sifat elite dari kesatuan reguler tersebut. Akan tetapi, Presiden John. F Kennedy (1917-1963) melihat kebutuhan akan prajurit semacam ini. Dukungannya kemudian berujung pada pemekaran organisasi.

Peran Prajurit baret hijau ini sebagian besar berupa pengumpulan informasi intelijen dan serangan tempur di belakang garis musuh. Mereka juga terlibat didalam pelatihan pasukan anti-pemberontak di wilayah musuh, dengan misi inkonvensional dan anti-teroris. Ukuran dan cakupan operasi Green Beret yang luas, memberikan banyak pilihan bagi Presiden AS saat ada situasi yang membutuhkan pendekatan militer.

.

.

METODE PENGGELARAN

Green Beret mampu masuk dan keluar dari suatu area operasi melalui jalur darat, udara, dan laut. Melalui jalur laut, mereka menggunakan perahu kecil dan kano, juga bisa dengan berenang ke daratan, atau melalui penyelaman bawah laut dengan alat bantu pernapasan yang tidak menghasilkan gelembung udara sehingga keberadaan mereka tidak dapat terdeteksi musuh. Untuk penggelaran di darat, Green Beret menggunakan segala jenis transportasi militer, mulai dari sepeda motor beroda empat hingga mobil segala medan 4×4. Untuk penggelaran melalui udara, setiap prajurit merupakan prajurit yang terlatih dengan kualifikasi Para (prajurit parasut) dan merupakan penerjun yang handal. Dan mereka merupakan unit yang ideal untuk penggelaran prajurit parasut yang membutuhkan penerjunan gerak cepat.

.

.

ORGANISASI DAN LATIHAN

Terdapat tujuh grup dalam unit ini. Masing-masing grup berkekuatan 1.200 personel dan bermarkas di Fort Bragg, North Carolina. Selain itu, 75th Ranger Regiment dapat dipanggil untuk menyediakan penggelaran pasukan gabungan. Green Beret juga memiliki tiga grup Psychoogical Operations (Psyop units)- yang menerapkan sejumlah taktik psikologis perang, melalui siaran radio, media televisi, untuk mempengaruhi emosi, moral dan perilaku musuh dan penduduk sipil. Disamping itu, mereka memiliki Batalion Civil Affairs– yang bertugas menangani administrasi wilayah yang diduduki, berurusan dengan pengungsi, memberi bantuan kemanusiaan, serta melakukan hubungan dengan pemerintahan lain.

Pendidikan prajurit Green Beret mencakup kursus penilaian dan seleksi (Assesment and Selection) yang berdurasi 23 hari. Mulai dari ujian kebugaran, stabilitas kejiwaan, kegigihan dan ketabahan, dan kepemimpinan, yang kesemuanya dilakukan dalam kondisi yang penuh tekanan. Pendidikan terdiri dari latihan navigasi US Special Forces, yang harus diselesaikan sambil membawa beban yang berat dan dipersenjatai senjata laras panjang. Dengan jarak 18km, pelatihan ini adalah pelatihan kursus navigasi AD yang memiliki jarak terjauh di antara pelatihan pasukan elite AS lainnya.

.

PELATIHAN SENJATA

Salah satu peran utama Prajurit Green Beret selama masa perang adalah mengadakan dan melatih pasukan tempur yang berasal dari warga sipil. Fungsi mereka dengan menggelar pelatihan senjata bagi penduduk lokal sangatlah efektif. Menenangkan hati penduduk dan membantu mereka meraih kesuksesan melawan musuh mereka yang memerlukan keahlian berbahasa yang baik, serta organisasi yang baik.

.

.

Disadur dari; Majalah Ultimate Special Forces – Versi Terjemahan Bahasa Indonesia – Hugh McManners

Ranger AD AS

US ARMY RANGER

 

Pasukan Ranger Angkatan Darat AS merupakan pasukan elite yang berkekuatan tiga batalion yang digunakan sebagai fungsi tempur infanteri konvensional maupun khusus. Dengan sejarah panjang dari abad ke-17. Saat ini, Pasukan Ranger menjadi salah satu unit Tentara AS yang paling fleksibel, prajurit tangguh, dan dengan satu batalion yang selalu siap kapanpun untuk ditugaskan di manapun di seluruh dunia.

Ranger dibentuk lewat peperangan inkonvensional. Pasukan perbatasan “Ranger” melawan orang Indian pada akhir abad ke-17. Pada tahun 1756 Mayor Robert Rogers (1731-1795) membentuk 9 kompi Ranger, menerapkan taktik gerilya dalam perang Perancis dan Indian (1754-1763). seperti dikenal masyarakat Amerika sebagai seven years wars (Perang tujuh tahun). Ranger juga ikut terlibat dalam Revolusi Amerika (1777-1783) dan Perang sipil (1861-1865). Namun masa dimana Pasukan Ranger modern lahir adalah pada masa Perang Dunia II (1939-1945).

Pasca perang Korea (1950-1953), Ranger secara resmi dibubarkan, walau program pelatihannya dipertahankan untuk menerapkan latihan kepemimpinan unit elite. Kemudian unit Ranger diaktifkan kembali pada saat perang Vietnam (1961-1975) di dalam 13 kompi 75th Infantry Regiment. Dan diaktifkan kembali sebagai 1st dan 2nd Battalions 75th Infantry (Ranger) Regiment. Lalu 3rd Batalion ditambahkan pada tahun 1980-an, dengan total kekuatan resimen menjadi 2.500 personel. Ranger telah terlibat hampir di seluruh kampanye perang Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 70-an hingga operasi militer pasca penyerangan 11 September 2001, di Afghanistan tahun 2002, dan operasi di Irak pada tahun 2003.

.

.

OPERASI RANGER

75th berada di bawah payung US Joint Special Operations Command (Komando Gabungan Operasi Khusus). Fungsi mereka adalah menyediakan operasi khusus, baik mendukung pasukan AS/Sekutu, reguler atau bisa juga sebagai grup serang gabungan. Terdapat 1 peleton pasukan intai jarak jauh untuk misi di belakang garis musuh, pasukan penyelam tempur serta pasukan parasut gerak cepat.

Ranger menekankan pada kesiap-siagaan yang intens dan selalu stand-by dimanapun dan kapanpun. 1 Batalion Rangern yang dikenal sebagai Ranger Ready Force (RRF), pasukan gerak cepat Ranger, dikonfigurasi untuk memungkinkan dilakukannya misi operasional dalam 18 jam setelah perintah diterima. Dengan mobilitas tinggi ini, berarti unit Ranger hanya dipersenjatai secara ringan. Senjata pendukung mereka termasuk mortir 60mm, 81mm, 120mm, serta rudal anti-tank Javelin, dan sistem pertahanan udara Stinger, yang semuanya dapat dipanggul.

.

.

PROGRAM PENDIDIKAN RANGER AS

75th Ranger bermarkas di Fort Benning, Georgia. Markas ini dilengkapi dengan Ranger Training Brigade (RTB) / (Brigade Pendidikan Ranger), untuk melakukan latihan kepemimpinan dan pengintaian jarak jauh. Unit Ranger hanya direkrut dari prajurit US Army (Pasukan AD AS), dengan kualifikasi para (pasukan lintas udara AD). Para perwira mengikuti Ranger Orientation Program (ROP) dan prajurit yang aktif bertugas diwajibkan mengikuti Ranger Indoctrination Program (RIP), dimana mental dan fisik diuji kembali. Setelah lulus dari program ROP atau RIP, prajurit lalu ditempatkan kedalam batalion Ranger sebagai unit Ranger aktif dan kemudian mempelajari dasar-dasar tempur ala Ranger. Ranger School adalah kursus pelatihan dan pendidikan prajurit yang memakan waktu berbulan-bulan. Sekolah pendidikan ini mencakup latihan dalam pertempuran gunung, pertempuran daerah tropis, dan pertempuran perang terbuka. Hanya sedikit lulusan ROP atau RIP yang gagal, kebanyakan dari mereka lulus mengikuti program ini. Mereka yang gagal akan dikembalikan ke unit asli mereka. Bagi yang lulus, prajurit akan menerima emblem (logo) Ranger, menandai status mereka sebagai unit prajurit elite AS yang berkualifikasi Ranger (Ranger Qualified).

.

IDEOLOGI RANGER

Unit Ranger Angkatan Darat AS, seperti banyak unit elite lainnya, memiliki ideologi atau filosofi yang khas. Dampak psikologi dibalik semboyan ini adalah untuk menumbuhkan esprit de corps (semangat kesatuan) yang unik diantara para personel dan memperkuat kedudukan identitas prajurit. Selain itu, ideologi berfungsi sebagai kode moral pada masa perang maupun pada masa damai yang harus selalu ditaati. Ideologi tersebut juga dengan penuh menginspirasi para personel dan menumbuhkembangkan semangat bertempur di medan perang. Setiap prajurit diwajibkan mengingat dan mengaplikasikan “Ranger Creed” (Sumpah Ranger). Huruf pertama setiap kalimat membentuk kata “Ranger” dan mengandung sifat-sifat unik antara lain; kehormatan, sifat kesatria, dedikasi dan ketabahan.

.

.

Disadur dari; Majalah Ultimate Special Forces – Versi Terjemahan Bahasa Indonesia – Hugh McManners

Tim elite kommando spezialkräfte (KSK Jerman)

TIM ELITE KOMMANDO SPEZIALKRAFTE – JERMAN

Ketika terjadi aksi penyanderaan terhadap atlet Israel yang terjadi di Olimpiade Munich, Jerman (1972), para sniper yang berasal dari kepolisian Jerman gagal membebaskan para sandera. Tembakan sniper Jerman yang luput dan tidak akurat mengakibatkan para teroris memiliki kesempatan untuk melawan sehingga sebagian besar sandera yang ditahan dan seorang polisi Jerman tewas tertembak. Gagalnya Polisi Jerman dalam melaksanakan operasi penyelamatan sandera di Munich itu membuat wajah institusi kepolisian Jerman tercoreng. Tak hanya itu, imej para sniper Jerman yang sewaktu Perang Dunia II terkenal karena kehebatannya itu seolah hilang ditelan bumi, dan juga, tidak mewariskan kemampuan penembak jitu mereka kepada generasi sniper berikutnya.

Setelah PD II, kemampuan tempur militer Jerman memang lemah dan menyusut dikarenakan sejumlah sanksi yang dijatuhkan pihak Sekutu. Para sniper Jerman yang selama PD II menjadi sosok penembak jitu berdarah dingin dan ditakuti pihak musuh, kini tak dapat berkiprah lagi mengingat militer Jerman hanya boleh memiliki personel dan persenjataan terbatas. Peran sniper sama sekali hilang karena militer Jerman hanya memiliki tugas untuk menjaga keamanan di dalam negeri dan bukan dijadikan sebagai pasukan tempur yang ofensif. Tapi setelah berbagai peristiwa berdarah dan berbagai ancaman yang menyangkut keamanan Internasional terjadi di Jerman, khususnya semasa Perang Dingin dan ancaman keamanan Internasional yang dilakukan para teroris lintas-negara, mau tidak mau Jerman harus memiliki suatu unit sniper yang dapat menjadi solusi praktis untuk menjawab itu semua.

Pada tahun 1996, militer Jerman akhirnya mendirikan Sekolah Sniper, Kommando Spezialkraft (KSK). Markas KSK berada di lingkungan markas besar pasukan elite militer Jerman yang berlokasi di kawasan Calw, Jerman Selatan, KSK sendiri merupakan aset berharga Angkatan Darat Jerman dan jauh dari publikasi media. Tapi secara khusus, kemampuan dan keahlian yang dimiliki KSK rata-rata sama. Kemampuan itu antara lain menggelar misi intelijen, melindungi petinggi di kawasan rawan konflik, pembebasan sandera, mengevakuasi warga negara Jerman di daerah konflik, serta menyusup di garis pertahanan musuh.

Pada setiap operasi KSK, tim terdiri dari empat personel yang memiliki kemampuan spesifik seperti; ahli medis, ahli persenjataan, ahli pemecah kode rahasia serta komunikasi elektronik, serta ahli bahan peledak. Khusus untuk penembak jitu yang dilatih oleh KSK, harus melalui berbagai seleksi dan terdiri dari para personel yang lolos dalam tes psikologi dan kemampuan fisik, serta pendidikan komando militer. Untuk mengikuti pendidikan komando, para siswa KSK menjalani pendidikan yang berat dan bagi mereka yang tidak kuat, dipersilahkan untuk mengundurkan diri dan dinyatakan gagal.

 

Jika para siswa KSK sudah lolos dalam psikotes dan pendidikan komando yang berlangsung selama dua tahun, para prajurit kemudian dibagi kedalam berbagai spesialisasi, salah satunya adalah menjadi seorang sniper.

Latihan menembak meliputi teknik menembak ala sniper, taktik bertempur di lapangan, tembakan akurat yang terukur, dan lainnya. Jarak tembak yang harus dikuasai dalam teknik menembak tepat sasaran adalah 800 meter dalam berbagai cuaca. Sementara pelajaran tentang dunia sniper dan persenjataan berlangsung didalam kelas. Di dalam kelas, para calon KSK diajarkan tentang taktik dan teknik menembak, pengenalan berbagai jenis peluru, pengenalan senjata sniper, pengenalan terhadap peluru dan pengetahuan balistik, serta perangkat pendukung untuk mendukung tugas sniper.

 

Saat menjalani latihan menembak, para calon menggunakan peluru tajam dari senapan G22A1 yang berlangsung selama 6 minggu. Setiap siswa wajib menghabiskan 850-1000 butir peluru. Target yang menjadi sasaran tembak pun dihantam dari berbagai arah dan sudut. Mulai dari menembak dengan posisi berdiri, posisi tiarap, dan menembak sasaran bergerak.

Tahap pertama menembak tepat sasaran dengan beragam posisi dan teknik adalah dengan menghantam sasaran pada jarak 200m, 400m, 600m, serta 800m. Keahlian menambak jarak jauh itu kemudian masih diasah lagi melalui tahap latihan yang disebut Snaps. Dalam latihan ini, setiap siswa harus mampu menembak dan mengidentifikasi sasaran dari beragam jarak tembak. Untuk mengidentifikasi sasaran, kemampuan dan keahlian sniper harus betul-betul diuji karena sasaran tembak hanya muncul beberapa detik.

.

.

Disadur dari: Majalah Angkasa Edisi Koleksi- The Great Stories of Sniper. Edisi koleksi No. 78 Tahun 2012 (Februari 2012).

Von Braun (1912-1977)

 

Von Braun boleh jadi adalah tangkapan kelas kakap dalam Operasi Paperclip. Sebagai ilmuwan, ia sangat jenius dan merupakan aktor utama dalam pengembangan roket V-2 / A-4. Selain itu, Ia juga memimpin sekitar 2.000 ilmuwan dan 4.000 personel lainnya di sebuah kompleks laboraturium militer Nazi di Peenemunde. Sebagian besar anak buahnya kemudian ikut diangkut dan sukses dalam pengembangan program ruang angkasa Amerika Serikat. Von Braun bahkan dimasukkan ke dalam 100 orang terpenting bagi AS dalam sebuah majalah Amerika (Majalah Life) karena dianggap sukses dalam program yang dijalankannya hingga akhirnya AS bisa menginjakkan kaki di bulan.

Von Braun dilahirkan di Wirsitz, Posen- Polandia, sejak kecil sudah menunjukkan ketertarikannya pada ruang angkasa. Walaupun sempat dianggap lemah dalam bidang matematika dan ilmu fisika. Ketertarikannya yang begitu besar pada ruang angkasa membuatnya mempelajari kedua ilmu tersebut.

Pada usia 18 tahun, ia mulai berkenalan dan bergabung dengan para ahli ruang angkasa saat itu seperti; Herman Oberth, Willy Ley, Rudolf Nebel dan Johannes Winkler serta Max Valier. Ia juga bergabung dengan Verenin fur Raumschiffahrt (VIR- masyarakat petualang ruang angkasa) serta ikut berpartisipasi dalam proyek percobaan roket mereka.

VIR menarik minat AD Jerman, yang kemudian mengundang mereka untuk mendemonstrasikan roket mereka. Namun pihak Angkatan Darat Jerman tidak terkesan kecuali pada satu orang, yakni; Von Braun. Von Braun terikat semakin mendalam dengan militer Jerman terutama ketika Adolf Hitler berkuasa di tahun 1932. Hitler saat itu memobilisasi semua ilmuwan Jerman untuk bekerja sepenuhnya bagi kepentingan militer Jerman hingga riset-riset non-militer pun dihentikan. Pada 1 November 1932 kala itu, Von Braun menandatangani kontrak untuk pengembangan roket untuk senjata militer.

Dari militer pula Von Braun lalu diberikan tempat di Peenemunde untuk meneruskan penelitiannya dari roket A-1, A-2, A-3 hingga kemudian menjadi roket A-4 atau yang dikenal sebagai peluru kendali V-2. Pengembangan proyek ini sebenarnya dinilai sukses. Namun persaingan dalam permainan politik, terutama di antara orang-orang terdekat Hitler, membuat Von Braun mengalami hal yang mengerikan.

Ia ditangkap oleh Pasukan SS Jerman pada Maret 1944 dengan tuduhan hendak melarikan diri ke pihak sekutu dengan menggunakan pesawat rahasia. Pimpinan SS Heinrich Himmier sebelumnya sempat mengajak Braun untuk bergabung dan bekerja untuk SS dan meninggalkan risetnya. Untungnya kejadian itu didengar oleh Menteri Peralatan Perang dan Mesiu Albert Speer yang segera melaporkannya pada Hitler. Von Braun pun dibebaskan.

Pada akhirnya, kemenangan memang memihak pada sekutu. Pada April 1945, Braun yang sudah pindah ke Thuringia dan kemudian ke Oberjoch- Austria, akhirnya ditangkap oleh Divisi Infantri ke-44 AS.

Saat diinterogasi di Austria oleh intelijen sekutu, sebenarnya Braun dimasukkan kedalam kategori “Beresiko bagi keamanan”. Dia tercatat sebagai anggota dan pemegang jabatan khusus di dalam organisasi Nazi.

Namun pada Februari 1948, catatan hitam Braun pun diputihkan dan kemudian ia direkrut dalam pengerjaan proyek antariksa NASA. Pada 1950 hingga 1970, Braun bahkan menjelma menjadi ilmuwan yang tersohor dan juga ilmuwan yang paling dikagumi oleh AS. Ia juga pernah menjadi salah satu staf Walt Disney untuk film-film bernuansa masa depan (futuristik). Braun juga pernah menjadi direktur NASA Marshall Space Flight Canter dan kepala arsitek kendaraan peluncur Saturnus V; Superbooster, yang mana dikemudian hari kendaraan peluncur tersebutlah yang akan mendorong perjalanan dan penjelajahan Amerika ke bulan.

.

.

Disadur dari: Majalah Angkasa Edisi Koleksi – The World’s Most Shocking Covert Operations; Delapan Operasi Terselubung Paling Menggegerkan / Edisi Koleksi no. 75 Tahun 2011

People’s Liberation Army (PLA) – Sejarah PLA

People’s Liberation Army (Angkatan bersenjata RRC) – Sejarah PLA

            Part 1

 .

            The People’s Liberation Army (Tentara Pembebasan Rakyat Cina)- atau yang disingkat PLA; dalam aksara Cina: 人民解放. dan dalam aksara cina tradisional; 人民解放軍, merupakan organisasi unit militer dari gabungan keseluruhan Angkatan Bersenjata RRC (Republik Rakyat Cina), yakni; Angkatan Darat, Angkatan Laut, Unit Penanganan Strategi misil, dan Angkatan Udara. PLA didirikan pada 1 Agustus 1927, dan setiap tahunnya diperingati sebagai “Hari kebangkitan Angkatan Bersenjata RRC” (PLA Day). Angkatan Bersenjata RRC merupakan bagian dari Partai Komunis Cina (CPC; Communist Party of China). Lambang Tentara Pembebasan Rakyat Cina terdiri dari lingkaran dengan gambar bintang merah yang berkaitan dengan Karakter Huruf Cina untuk “Eight One” (Delapan satu), yang merujuk pada  1 Agustus, yang merupakan hari pemberontakan Nanchang 1927.

Lambang PLA
.

            Tentara Pembebasan Rakyat Cina adalah Angkatan Bersenjata terbesar di dunia, dengan sekitar 3 juta personel yang loyal terhadap negara, dan memiliki tentara aktif terbesar di dunia dengan sekitar 2.5 juta tentara. PLA mencakup 5 cabang militer, terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Korps Artileri kedua (Strategi nuklir atau unit Serangan misil udara), dan Angkatan Bersenjata cadangan. Polisi Nasional RRC, dan unit Tentara paramiliter RRC tergabung dibawah arahan langsung dari pemimpin tertinggi Komisi Militer Pusat dan Departemen Keamanan Publik.

.

Pemimpin Hu Jintao menyebutkan fungsi dari Angkatan Bersenjata RRC, yakni;

·         Mengukuhkan dan menegaskan peran dan status dari Partai Komunis

·         Membantu memastikan Kedaulatan Cina seutuhnya, integritas wilayah, dan pengamanan wilayah domestik dalam rangka percepatan pembangunan nasional yang berkesinambungan

·         Ekspansi militer RRC untuk pengamanan nasional

·         Membantu membangun dan menciptakan perdamaian dunia

.

                                Poster diatas adalah tokoh Cina- Mao Zadeong- Doktrin dan pemikiran militernya menjadi doktrin bagi PLA

.

.

Tentara Pembebasan Rakyat Cina (The People’s Liberation Army)- ditemukan pada 1 Agustus 1927, sewaktu pemberontakan Nanchang dari Tentara Koumintang (KMT) memberontak dibawah pimpinan Zhu De, He Long, Ye Jianying dan Zhou Enlai, yang merupakan aliansi komunis. Mereka diketahui sebagai Chinese Red Army. Antara tahun 1934 dan 1935, Red Army menggelar beragam kampanye militer mereka melawan Jendral Chiang Kai-Shek serta menggelar Long March sebagai aksi kampanye.

.

            Ketika Perang Sino-Jepang ke-2, dari tahun 1937 hingga 1945, Angkatan Bersenjata Komunis yang terintegrasi kedalam Tentara Revolusi Nasional RRC, membentuk unit Eighth Route Army dan New Fourth Army. Pada saat itu, dua grup militer ini secara dominan menggunakan perang gerilya, berperang melawan Jepang sementara meneguhkan kekuatan militer mereka dengan menambahkan tentara nasional dan tentara paramiliter di belakang garis pertahanan Jepang.

.

            Setelah berakhirnya Perang Sino-Jepang, Partai Komunis dilebur kedalam dua grup militer dan dinamakan ulang menjadi PLA (Tentara Pembebasan Rakyat Cina) dan pada akhirnya memenangkan Perang Sipil Cina. Disepanjang tahun 1950-an, PLA bersama-sama dengan Uni Soviet mengubah unit militer mereka dari yang semula merupakan Tentara Desa / Tentara Pedesaan, menjadi unit Tentara Modern. PLA juga diisi oleh banyak unit-unit Tentara Revolusi Nasional yang sebelumnya membela musuh. Ma Hongbin dan anaknya Ma Dunjing (1906-1972) adalah dua Jendral muslim yang hanya memimpin unit pasukan muslim, yakni 81th Korps yang pernah mengabdi pada PLA. Han Youwen, Jenderal muslim, juga bergabung ke dalam Tentara Pembebasan Rakyat Cina. Pada November 1950, PLA juga terlibat dalam Perang Korea sebagai Unit Tentara Nasional yang menyerang unit pimpinan AS Jenderal MacArthur yang berusaha mendekati Sungai Yalu. Dibawah serangan ini, PLA membuat unit militer yang dipimpin MacArthur dipukul mundur dan keluar dari Korea Utara dan juga PLA berhasil menguasai Seoul. Perang itu juga dikenal sebagai sebuah langkah penggerak untuk percepatan modernisasi PLA. Tahun 1962, Tentara Pembebasan Rakyat Cina juga turut berperang di India dalam Perang Sino-India, yang dengan sukses menetralisir kekuatan pertahanan India dan menguasai target-target vital.

            Sebelum Revolusi, Komandan wilayah militer cenderung menetap di sebuah post dalam jangka waktu yang lama. Ketika PLA mengambil peran dalam politik, ini mulai terlihat sebagai sebuah ancaman untuk partai (atau, kurang lebih, ancaman untuk warga sipil). Komandan wilayah militer yang mengabdi cukup lama adalah Xu Shiyou di Wilayah Militer Nanjing (1954-1974), Yang Dezhi di Wilayah Militer Jinan (1958-1974), Chen Xilian di Wilayah Militer Shenyang (1959-1973), dan Han Xianchu di Wilayah Militer Fuzhou (1960-1974).

Membangun sebuah unit militer yang handal yang dipersenjatai dengan persenjataan modern dan dibumbui dengan sebuah doktrin, merupakan sebuah modernisasi militer ke-4 yang diumumkan oleh Zhou Enlai dan didukung sepenuhnya oleh Deng Xiaoping. Untuk menjaga mandat Deng untuk melakukan perubahan, Tentara Pembebasan Rakyat Cina telah menggerakkan berjuta-juta kaum lelaki dan perempuan sejak tahun 1978, dan memperkenalkan metode perang modern. Tentara Pembebasan Rakyat Cina menyediakan rekrutmen tentara, manpower, strategi militer, dan latihan serta pendidikan militer. Tahun 1979, PLA kembali bertempur di Vietnam, di sebuah wilayah perbatasan dalam Perang Sino-Vietnam, dimana dilaporkan oleh media Barat bahwa Cina kehilangan lebih dari 20,000 Tentara. Namun kedua-belah pihak (Cina dan Vietnam)- bersikukuh mengklaim memenangkan perang tersebut.

            Awal permulaan tahun 1980-an, PLA mencoba mengubah diri mereka, dari yang sebelumnya (kekuatan tempur Angkatan Darat), kini menjadi Kekuatan Militer dengan cakupan yang lebih luas, mobile, dan pasukan dengan teknologi tempur tinggi. Motivasi dari perubahan ini adalah berawal dari invansi besar-besaran Rusia yang tidak lagi dilihat sebagai sebuah ancaman besar, dan ancaman-ancaman baru ke daratan Cina dilihat sebagai deklarasi kemerdekaan Taiwan, kemungkinan dengan bantuan dari AS, atau sebuah konfrontasi disepanjang Pulau Spratly.

            Tahun 1985, dibawah kepemimpinan Komisi Pusat Partai Komunis Cina dan CMC, PLA berubah menjadi “Penyerang dini, Pasukan pemukul tangguh dan berfokus dalam Perang Nuklir” untuk pembangunan percepatan militer di sebuah era perdamaian. PLA berorientasi pada modernisasi angkatan perang, peningkatan kemampuan perang, dan menjadi sebuah unit militer professional di dunia.

 

            Deng Xiaoping menekankan PLA untuk lebih fokus terhadap kualitas daripada kuantitas. Keputusan Pemerintah Cina di tahun 1985 yang memperkecil jumlah kekuatan militer menjadi satu juta di tahun 1987. Staf militer dipotong hingga 50 persen. Disepanjang Rencana Perang Ninth Five (1996-2000), PLA diperkecil dengan hanya 500,000. Tentara Pembebasan Rakyat Cina juga diharapkan akan diperkecil lagi pada tahun 2005, dengan hanya 200,000 personel. Tentara Pembebasan Rakyat Cina berfokus pada peningkatan mekanisasi dan pengumpulan informasi intelijen agar mampu menyediakan perang dengan intensitas tinggi.

            Perang Gulf di tahun 1991, membuat RRC menyadari realita bahwa jumlah kekuatan PLA terlalu besar. Sebagai tambahan, Komando militer RRC telah mengamati dan belajar banyak dari kesalahan-kesalahan Amerika Serikat dalam Perang Kosovo, Perang Afghanistan 2001, Perang Irak 2003, dan Pemberontakan Irak yang sedang berkembang. Semua itu mengilhami dan menginspirasi Cina untuk merubah Tentara mereka, dimana mereka berpegang teguh pada prinsip kualitas, ketimbang kuantitas.

            Jiang Zemin secara resmi membentuk RMA (Revolusi Hubungan Militer) menjadi bagian resmi dari strategi militer nasional di tahun 1993 dalam rangka untuk memodernisasi Angkatan Bersenjata Cina. Tujuan Revolusi Hubungan Militer Cina adalah merubah PLA menjadi Organisasi Militer tangguh yang mampu memenangkan perang, dengan sebutan “Perang lokal dibawah kondisi dan situasi teknologi militer tinggi” daripada melakukan serangan besar-besaran. Dibandingkan dengan masa lalu, Cina sekarang lebih fokus terhadap misi pengintaian dan mata-mata, mobilitas, dan jangkauan militer jarak jauh melalui peralatan perang mereka. Visi baru ini juga melahirkan Angkatan Laut dan Angkatan Udara. PLA juga secara aktif mempersiapkan Perang Jarak Jauh (Perang misil antar-benua) dan Perang Dunia Maya (Cyber-warfare).

                Dalam 10 hingga 20 tahun terakhir ini, Angkatan Bersenjata RRC telah mendapatkan beberapa peralatan perang dari Rusia, termasuk Sovremenny Class Destroyers, Pesawat Sukhoi Su-27 dan Sukhoi Su-30, dan Kapal Selam bermesin diesel-elektrik Kilo-Class. Juga dilengkapi dengan beberapa peralatan Artileri penghancur dan kapal Perang layar termasuk Misil Penghancur Tipe052C AAW class. Angkatan Udara Cina juga membangun Pesawat mereka sendiri, berjenis J-10 Fighter. PLA juga merilis Kapal Selam Nuklir terbaru Jin Class pada 3 Desember 2004, yang mampu meluncurkan Rudal Nuklir yang dapat menjangkau target hingga mencapai perairan Samudera Pasifik.

.

.

Referensi dari; Wikipedia.com – Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia

 

 

 

NORAD

NORAD- Warisan Perang Dingin

Sejak kemunculan pesawat terbang, kekuatan udara sudah diramalkan akan mengubah peta konflik dan peperangan di masa mendatang. Salah satunya yang paling terlihat adalah, kekuatan udara yang otomatis memunculkan upaya untuk menangkalnya, yang disebut sebagai aspek pertahanan udara (Air defense).

Seolah tak ada habisnya, dalam sejarah konflik besar yang dialami umat manusia, pembelajaran dari suatu konflik dapat berlanjut dan diterapkan pada konflik-konflik selanjutnya. Begitu pula antara Perang dunia II dan Perang dingin. Bedanya, kalau PD II adalah konflik terbesar yang bermandikan darah dan memakan jutaan korban jiwa, kalau Perang dingin sifatnya berbeda dari perang sebelumnya, namun masih memiliki dampaknya hingga saat ini.

Salah satu pelajaran penting yang didapat dari PD II, yang berdampak luas dalam era perang dingin adalah terkait masalah kekuatan udara (Air power). Bom nuklir yang meluluhlantahkan Hiroshima dan Nagasaki di Jepang berujung pada menyerahnya Jepang kepada sekutu, otomatis mengangkat aura penggentar (deterrence) senjata maut itu. Perkembangan teknik pembuatan bom nuklir serta rancang bangun pesawat pembom jarak jauh pun membawa implikasi serius, bahkan bagi negara sebesar Amerika Serikat, yang notabene merupakan kekuatan utama Blok barat.

Kemampuan terbang pesawat pembom Soviet yang mampu menjangkau Amerika Utara lewat rute lintas Arktik (Kutub Utara), membuat dua negara tersebut saling bersitegang. Amerika sebagai kekuatan utama NATO tentu layak merasa cemas akan ancaman pesawat pembom Soviet memasuki wilayah udara Kanada di bagian Utara Amerika. Jika hal itu terjadi dan sukses dilakukan, maka jangan berbicara masalah nuklir dulu, ancaman yang ditebar melalui jalur udara berbekal ratusan ton munisi konvensional, bukanlah perkara yang bisa dianggap sepele.

Sebaliknya bagi Kanada sendiri yang ukuran wilayahnya berbatasan langsung dengan AS, dan dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit daripada populasi AS, Kanada memiliki banyak wilayah-wilayah kosong alias tak berpenduduk. Bukan tak mungkin keadaan ini dimanfaatkan Soviet untuk menyusupkan kekuatan militernya guna menduduki Kanada dan menjadikannya staging area untuk menggempur Amerika. Dan komposisi demografi wilayah kanada tak banyak berubah sejak permulaan Perang dingin hingga sekarang.

.

Pesawat F-16 yang terbang dalam misi NORAD- di atas kota New York- AS

.

.

Berangkat dari kecemasan bersama, meski dengan latar belakang agak berbeda, muncul wacana akan pembentukan sistem pertahanan udara gabungan, yang kemudian disatukan dan dinamakan NORAD (North American Air Defense Command). Tujuan utama sistem pertahanan udara yang merupakan gabungan dan kerjasama antara AS dan Kanada ini adalah untuk meng-kordinasi pertahanan udara berdasarkan masukan yang didapat dari radar sensor yang ditebar di sekitar wilayah Amerika Utara.

Pada awalnya misi NORAD berfokus pada peringatan dini terhadap ancaman dari udara, namun NORAD mulai bereaksi dan merespon serius terhadap kemunculan dan eksistensi senjata nuklir jarak jauh dalam bentuk rudal balistik antar-benua. Fokus ini diperluas dari “pertahanan udara” menjadi “pertahanan ruang udara”, atau dengan kata lain sistem gabungan ini memperluas wilayah cakupannya hingga mampu mendeteksi ancaman udara dari luar atmosfir. Dan kata “Air” didalam singkatan NORAD pun berubah menjadi “Aerospace”.

Di tengah desas-desus yang tengah menjadi bahan pembicaraan dalam era Perang dingin, NORAD pun eksis dalam segala ceritanya, mitos, dan bahkan teori konspirasinya. Bahkan di masa sekarang dimana NORAD sudah lebih terbuka, tetap saja, segala prasangka, dan mitos-mitos lainnya pun masih tetap eksis. Soviet boleh runtuh dan Perang dingin bisa saja dinyatakan berakhir, nyatanya keberadaan dan kehadiran NORAD tetap tak dapat dihapus begitu saja.

Insiden 9/11 di Amerika menjadi bukti tak terbantahkan akan pentingnya keberadaan NORAD. Pada 11 September silam, beberapa pesawat penumpang AS dibajak sekelompok teroris dan diarahkan ke gedung-gedung yang merupakan fasilitas penting dan mewah di negeri itu, menjadikan hari itu seperti peristiwa Pearl Harbor silam.

Terlepas dari berbagai teori konspirasi, salah satunya adalah tuduhan yang menyatakan bahwa Peristiwa 11 September merupakan rekayasa agar warisan Perang dingin yang dianggap kurang relevan seperti NORAD, bisa terus eksis. Aspek pertahanan udara sudah tak mungkin terhapuskan atau dihilangkan dari peta pertahanan negara manapun. Selama masih ada yang namanya ancaman udara dan senjata, ancaman-ancaman tersebut merupakan ancaman nyata yang tiap saat bisa saja terjadi. Dan kemudian menghadirkan NORAD sebagai sistem penangkal dari kemungkinan ancaman-ancaman udara tersebut.

Disadur dari; majalah COMMANDO- Info Populer Kemiliteran & Kepolisian / Volume VII / Edisi No.5 / Tahun 2011

Ransum berbagai negara

Lain padang, lain belalangnya, lain negara, lain pula ransum tentaranya. Tiap negara punya resep nya sendiri-sendiri untuk menyusun menu makanan mereka. Latihan gabungan antar negara menjadi ajang pertukaran ransum prajurit. Maklum saja, secara umum militer melarang penjualan ransum prajurit untuk warga sipil biasa. Jadi mendapatkan kesempatan untuk mencicipi ransum prajurit negara lain adalah kesempatan yang bisa didapatkan semua orang. Berikut ini adalah ransum dari tiga negara, Kanada, Jerman, dan Perancis:

KANADA

Tentara Kanada menggunakan ransum yang dinamakan IMP (Individual Meal Pack) yang diperkenalkan pada 1981, dan sebagian IMP dibuat oleh The Wornick Company, yang juga membuat MRE (Meal Ready to Eat) AS. Kandungan kalori IMP kaya, mencapai 1.200 kalori per set menu, melebihi persyaratan NATO. Masa simpannya mencapai tiga tahun dari dua tahun yang disyaratkan NATO. Satu paket berisi satu menu pembuka, satu menu utama, satu menu penutup, beberapa jenis minuman, sekotak biskuit atau sebatang cokelat. Menu utama berubah dari tahun ke tahun, seperti menu tahun 2004 yang terdiri dari beberapa pilihan makanan seperti menu tambahan sup krim instan, mashed potato instan, atau nasi instan juga ditambahkan. Prajurit menyiapkan IMP dengan mencemplungkan kemasannya ke dalam air panas selama lima menit, untuk kemudian siap dimakan.

JERMAN

Jerman menggunakan ransum yang dinamakan EimannPackung (Epa), yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “ransum tempur individual”. Soal kualitas rasa, tak perlu diragukan lagi karena tentara Jerman memiliki serikat pekerja yang siap memerintahkan mogok apabila prajuritnya mendapatkan menu yang berkualitas rendah. Tiap kemasan berisi dua paket untuk dua kali makan. Terdapat empat jenis Epa sebelum penyatuan Jerman, lalu turun menjadi tiga setelah unifikasi. Epa menggunakan sistem seperti T-ration, yaitu menggunakan Tray atau mampan, dengan menu seperti Tagliatelle bolognaise, sup goulash dengan kentang, tumis sayuran dengan tahu untuk vegetarian, sosis dan kacang lentil. Yang unik, Epa memiliki banyak sekali jenis untuk selai, bahkan termasuk selai rasa sosis, rasa keju, keju dengan merica, apricot, anggur, dan stroberi. Roti dalam kemasan juga disertakan sebagai pasangan selai.

PERANCIS

Sebagai negeri gastronomi, Perancis mempertaruhkan reputasinya bila tak mampu menyediakan ransum yang lezat bagi prajuritnya. Ransum prajurit Perancis diberi nama Ration de Combat Individuelle Rechauffable (RCIR), alias ransum tempur individu yang dapat dipanaskan. Kemasannya mengikuti MCI, satu paket menu untuk satu hari konsumsi, mengandung 3.200 kalori. Satu kotak besar berisi 12 paket, atau cukup untuk makan satu regu. RCIR memiliki 14 menu, terbagi atas tujuh menu mengandung daging babi dan tujuh menu halal. Menunya termasuk mewah. Ada makanan pembuka dari pasta tuna, salmon, hati ayam, ikan makarel, duck mousse, daging rusa, daging kelinci, semua makanan tersebut mencitrakan kemampuan gastronomi Perancis. Menu utama juga mengakomondasi selera imigran seperti ayam ala Afrika Utara, salmon dan nasi, kaserol sosis dan kacang, babi dan sayuran, babi kukus, salad babi, daging sapi muda dan zaitun, sosis dan kacang lentil. Menu yang dibuat ESCAT du Angers ini per kotak nya terdiri dari dua menu utama, satu kudapan/menu pembuka, makanan penutup, 16 keping biskuit asin, permen karet, dan bubuk minuman seperti cokelat, kopi, the, dan krimer. Tak lupa juga 10 helai tisu untuk membersihkan noda makanan. Kabarnya, pada masa sebelum tahun 1990, RCIR juga memasukkan sebotol kecil anggur merah alias wine, sehingga boleh dikatakan bahwa RCIR adalah ransum termewah di dunia.

Petrus (Penembak misterius)

MISTERI PETRUS

Pada tahun 1980 an, suasana kota Yogyakarta tiba-tiba berubah jadi mencekam. Para preman yang selama itu dikenal sebagai gabungan anak liar (gali) dan menguasai beberapa wilayah, tiba-tiba diburu oleh tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK), yang kemudian dikenal sebagai Petrus (Penembak misterius). Ketika melakukan aksinya, tak jarang suara letusan senjata para penembak terdengat oleh masyarakat sehingga suasana jadi makin mencekam. Mayat-mayat para korban penembakan atau pembunuhan misterius itu pada umumnya mengalami luka tembak di bagian kepala, dan leher, lalu kemudian dibuang di lokasi yang mudah ditemukan oleh penduduk sekitar. Ketika ditemukan, mayat biasanya langsung dikerumuni warga dan menjadi tontonan masyarakat, esok harinya, lalu menjadi headline di media massa yang terbit di Yogyakarta.

Aksi OPK melalui modus Petrus tersebut dengan cepat menimbulkan ketegangan dan teror bagi para pelaku kejahatan, karena korban-korban OPK di kota-kota lainnya pun mulai berjatuhan. Operasi OPK yang berlangsung secara rahasia tersebut justru mampu menekan dan meminimalisir angka kriminalitas yang terjadi di berbagai wilayah dan kota.

Pada tahun 1982, Presiden Soeharto memberikan penghargaan kepada Kapolda Metro Jaya saat itu, Mayjen Pol. Anton Soedjarwo, atas kesuksesannya membongkar aksi perampokan yang banyak meresahkan masyarakat. Selain mampu membongkar aksi perampokan, Anton juga dinilai sukses dalam melancarkan aksi OPK.

Pada bulan Maret di tahun yang sama, pada acara khusus yang membahas masalah pertahanan dan keamanan, Rapim ABRI, Presiden Soeharto bahkan meminta kepada Polri (yang saat ini masih menjadi bagian dari ABRI), untuk mengambil langkah pemberantasan yang efektif dalam upaya menekan angka kejahatan. Keseriusan Soeharto agar Polri/ABRI segera mengambil tindakan untuk menekan angka kejahatan, bahkan kembali dinyatakan Soeharto dalam pidato kenegaraan yang berlangsung pada 16 Agustus 1982. karena perintah Soeharto disampaikan pada acara kenegaraan yang istimewa, sambutan atau respon yang dilaksanakan oleh petinggi aparat keamanan pun sangat istimewa, dan ditanggapi secara serius.

Permintaan atau perintah Soeharto dengan cepat disambut oleh Pangkopkamtib Laksamana Soedomo melalui rapat kordinasi bersama Pangdam Jaya, Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan Wagub DKI Jakarta yang berlangsung di markas Kodam Metro Jaya 19 januari 1983. Dalam rapat tersebut, kemudian diputuskan untuk melaksanakan operasi untuk menumpas aksi-aksi kejahatan yang bersandi ‘Operasi Celurit’ di daerah jakarta, dan sekitarnya. Operasi celurit tersebut kemudian diikuti oleh Polri/ABRI di masing-masing kota serta dengan cepat merambat ke kota-kota lainnya. Korban-korban dari Operasi celurit pun berjatuhan.

OPERASI DI YOGYAKARTA

Selama sebulan OPK di Yogyakarta, paling tidak enam tokoh penjahat tewas terbunuh. Para korban tewas yang ditemukan rata-rata mengalami luka tembak parah di kepala dan lehernya. Dua diantara korban OPK yang berhasil diidentifikasi adalah mayat Budi alias Tentrem (29) dan Samudi Blekok alias Black Sam (28). Mayat Budi yang dulu ditakuti dan dikenal lewat geng mawar Ireng-nya, kini menjadi korban tak berdaya yang terkapar di parit di tepi jalan daerah Bantul, Selatan Yogyakarta, kejadian itu terjadi di awal tahun 1985. Sedangkan mayat Samudi alias Black Sam, ditemukan tergeletak di semak belukar di kawasan Kotagede yang tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta.

Dari cara membuang mayatnya, jelas ada semacam pesan yang ingin disampaikan kepada para bromocorah di Yogyakarta, yaitu agar segera menyerahkan diri, atau menemui ajal seperti rekan-rekan mereka yang telah tewas. Selama OPK berlangsung, paling tidak ada 60 bromocorah Yogyakarta yang menjadi korban Petrus. Sebagian besar tewas ditembak dan beberapa yang lainnya tewas terbunuh akibat senjata tajam. Sejumlah korban bahkan diumumkan oleh aparat keamanan, bahwa penyebab tewasnya mereka adalah akibat pengeroyokan massa. Salah satu korban yang diklaim aparat keamanan sebagai korban yang tewas akibat pengeroyokan massa adalah bromocorah bernama Ismoyo.

Selama hidupnya, Ismoyo dikenal sebagai gali elite karena merupakan lulusan Fakultas Sosial Politik UGM dan berstatus PNS. Sebagai ketua kelompok preman yang sering memalak angkutan-angkutan kota di wilayahnya, gali elite tersebut kemudian diciduk oleh aparat keamanan untuk diinterogasi. Namun menurut versi aparat, Ismoyo mencoba melarikan diri dan kemudian tewas akibat dikeroyok massa. Modus menyuruh bromocorah lari kemudian sengaja diteriaki maling atau malah ditembak saat sedang lari, merupakan cara standar yang dilakukan tim OPK untuk membereskan buruannya. Cara lain untuk memberikan shock therapy kepada bromocorah adalah dengan menembak korbannya puluhan kali. Cara ini diterapkan OPK saat menghabisi pentolan gali di Yogyakarta, yaitu Slamet Gaplek. Berdasarkan info, Slamet konon kebal peluru. Slamet Gaplek sempat melarikan diri dengan cara mematahkan borgol, namun akhirnya tersungkur mengenaskan setelah dihujani tembakan, dan lebih dari 20 peluru bersarang di sekujur tubuhnya.

Korban yang tewas dengan cara yang sadis dan mengenaskan tersebut lalu dibuang ke tempat-tempat yang mudah ditemukan oleh warga sehingga esoknya langsung menjadi berita yang heboh. Surat-surat kabar tentang mayat-mayat yang berjatuhan pun menghiasi kolom-kolom depan koran dan dengan cepat jadi pembicaraan publik. Cara seperti itu memang sangat efektif sebagai efek shock theraphy yang sangat ampuh untuk membasmi pelaku-pelaku tindak kejahatan meminimalisir angka kejahatan di kota-kota besar.

Disadur dari; majalah Angkasa Edisi Koleksi – The World’s Most Shocking Covert Operations (Delapan operasi terselubung paling menggegerkan) / Koleksi No.75 / September / Tahun 2011